maaf sedikit lebay. qeqeqeqeqe

0 komentar

Tau gak, kenapa aku milih diam? karena bagiku bersuara hanya menambah semangatku untuk berharap, dan aku sama sekali tidak ingin itu terjadi, bersuara hanya membuatku ingin memilikimu, dan aku tidak ingin keinginan itu. Aku kagum pada orang-orang yang memiliki daya tarik, ya, dan kamu salah satunya, dan aku semakin kagum akan kemampuanmu memilih ditengah banyak orang yang memujamu, apa kau yakin mereka sayang padamu?. Tau gak, butuh waktu sedetik untuk mengagumimu, namun tidak tau berapa lama untuk tidak memikirkanmu. Sayang sekali hidup ini bukan sinetron, yang kebanyakan menyajikan akhir kisah A yang menanti B akan mendapat B, A akan menyadari betapa bodohnya dia tidak mengacuhkan B. Hidup tidak seramah itu ternyata. A hanya akan bisa terus tersenyum dari jauh saat B bahagia, tetap senang dengan balasan-balasan singkat, senang dengan flashback kebersamaan semu. Hidup tidak seramah itu mempertemukan dua titik koordinat,

Namun satu yang aku pelajari, semua orang bisa mengontrol perasaannya, perasaan itu mungkin tidak bisa hilang, namun bisa dikontrol, dialihkan, dipupus perlahan, dan sebagainya. Apa?? Tidak mungkin? Percayalah itu mungkin, kamu hanya butuh sedikit semangat dan keyakinan, keyakinan bahwa akan lebih indah jika dia yang tiba-tiba bangun memulai hari, bertemu kamu, merasa gejolak yang berbeda, dan memperjuangkanmu.

Untukmu, perasaan ini mungkin akan lebih baik seperti perahu kertas dalam aliran air, tidak perlu memilih, namun aku tau dermagamu. Aku hanya bisa berharap tempat pemberhentianku bukan titikmu, karena aku lelah. Aku tidak menyerah, aku hanya merasa bodoh, bisa aja selama ini aku melewatkan pulau-pulau indah disekelilingku.

Untukmu yang membuatku lemah.

harga gak pernah bohong...ckckcck

4 komentar
yupp..
setidaknya itu yang saya sering rasakan, tapi selalu saya deny dengan alasan yang bermacam-macam, mulai dari sedikit menyalahkan kemasan produk (yang bisa membuat harga jauh lebih mahal), karena yang saya cari adalah isinya, sampai alasan distribusi bertahap-tahap yang pada akhirnya menjadikan produk tersebut mahal (makanya cari barang lokal :P).
tapi oh tetapi saya (lagi-lagi) mengalaminya! ya, mengalami peristiwa yang membuat saya berdecak "harga emang gak pernah bohong". Beda dengan slogan "rasa gak pernah bohong" , masalah harga bukanlah hal yang relatif dan dapat ditolerir semudah itu.

oke, to the point..

seminggu yang lalu diadakan foto angkatan, yang tentu saja memakai dresscode yang lebih baik dipatuhi agar tampak seragam dan sedap dipandang (lebayy). dengan tema "white glam" yang harusnya simple namun jadi gak jadi simple karena ada embel-embel "glam" nya, saya cukup berpikir dibuatnya. akhirnya, saya mendapatkan baju yang akan saya pakai pada waktu pemotretan, namun, sebagai pelengkap dan pendukung, saya membutuhkan sesosok stocking yang bisa saya pakai, which i didnt have. saya memutuskan untuk membeli saja daripada meminjam, hitung-hitung memperbanyak asset. ke suatu mall saya pergi, dan menemukan apa yang saya cari, tidak terlalu sulit.. saya sudah menyiapkan budget maksimal 30ribu, ternyata yang saya temukan adalah stocking segarga DELAPAN ribu rupiah, sedikit kaget, mengingat kaus kaki saja sudah sepuluhribuan. ketika saya bungkus plastiknya, tertera huruf-huruf cina yang saya tidak mengerti. mengingat harganya masih cukup jauh dibawah budget yang saya anggarkan, saya berniat mencari-cari dulu ke toko yang lain, tapi saya merasa untuk apa buang-buang 30ribu kalau ada yang berharga delapan ribu. tanpa ragu, saya bayar stocking itu. ya, anda sudah tau akhir ceritanya. sampai dikostan, setelah mandi saya mencoba si stocking BARU itu....
-masalah pertama:
tidak elastis, hanya sampai ke sedikit diatas lutut saya
-masalah kedua:
jika saya berjalan, maka stocking itu akan melorot karena tidak elastis itu tadi
-masalah ketiga:
ketika saya hendak menariknya lagi, hanya dalam hitungan detik, stocking itu robek, ya, robek begitu saja.

tanpa sempat dipakai untuk apapun, stocking itu sudah kehilangan fungsinya. menyedihkan bukan?
yang jelas, sejak saat itu, saya jadi kapok (lagi) untuk bermain-main dengan harga. tapi tetap pada tataran yang sesuai dengan status saya sebagai mahasiswa, yang harus hidup praktis, ekonomis dan fungsionalis.
hohohoho.
mungkin kalau saya membeli stocking yang sedikit lebih bagus, saya tidak mengeluarkan uang percuma, tidak perlu meminjam punya teman, dan tentu saja punya inventaris yang bisa dipakai kedepannya.
fyuhhh...

harga emang gak pernah bohong

wanita = bunga???

0 komentar
waktu saya pulang kemedan disaat liburan semester kemaren, saya merasakan kembali hal yang aneh sekaligus meyedihkan. well, bertemu kembali dengan keluarga memang sangat menyenangkan, apalagi bertemu mama tersayang. Nah, untuk memulainya, mungkin saya harus sedikit menceritakan, bahwa saya adalah seorang wanita yang tidak feminin, dalam artian, tidak terlihat dalam packaging seorang wanita kebanyakan. nah, ketika saya pulang kerumah pada waktu itu, rupanya mama saya seperti mencemaskan keadaan itu, diusia saya yang (masih) sembilan belas tahun ini, mama saya berpendapat bahwa saya sudah sangat seharusnya berpenampilan seperti layaknya seorang wanita, saya kurang menerima pendapat ini, apalagi batasan penampilan seorang wanita yang mama saya katakan ternyata seperti mengasosiasikan wanita dengan bunga, dan sudah berkali-kali disampaikan:

"cewek itu kayak bunga loh, kalo gak dirawat ya gak indah, gak bernilai"

what?? yang bener aja??
pertama, bunga itu sudah punya nilainya sendiri tanpa harus manusia yang membuat nilai itu, bunga diciptakan sedemikian rupa oleh yang mahakuasa, akan indah, mempesona, tanpa harus berakhir di vas ibu-ibu yang mempamerkannya pas arisan. yang paling bikin saya keberatan adalah ketika mama saya berkata bahwa saya harus "mempercantik" diri agar indah dan sedap dipandang orang!. wah, luar biasa sekali, memang penampilan adalah cerminan kepribadian, tapi kalau sudah melewati batas nyaman kita, itu menurut saya sudah mengeksploitasi diri sendiri. mama saya ngomel-ngomel ketika saya tidak mau disuruh luluran, maskeran, rok-an, high heels-an, dan lain-lain. saya sendiri memang memiliki kulit gelap, tapi itulah adanya, gen saya, mau diapain juga tetap akan seperti itu, kulit saya tidak kering, wajah saya tidak jerawatan, jadi, menurut saya, hal tersebut sudah cukup membuat saya nyaman, tanpa harus menambah polesan bedak tebal, blush on, atau lainya. saya suka pakai celana jeans, kemanapun dan kapanpun tetap terasa nyaman, ya toh?. lain lagi ceritanya ketika selesai liburan, dimana saya merasa diri saya mulai menggelembung, membengkak, wuaahhh, saya benar-benar tidak nyaman dengan keadaan saya yang naik 4kilo itu, tidak bebas bergerak, baju terasa sempit. saya harus diet! dan memang masih dalam proses. nah untuk hal seperti ini, saya merasa perlu merubah sesuatu dalam diri saya, menyesuaikan tepatnya, seperti pohon jati yang menggugurkan daunnya dimusim kering.
yaaa..gitu deh

happy new year!!

0 komentar
gak kerasa 2008 udah hampir habis dalam beberapa hisapan lagi, bagai rokok yang abunya jadi asap yang kemudian dihirup banyak orang, dalam sampai ke paru-paru.
hmm..

ada beberapa orang yang menganggap tanggal satu januari, yang berarti awal dari cerita panjang 365 keping hari berikutnya, bukanlah hal yang patut dirayakan atau dilebih-lebihkan, karena ada beberapa yang berpendapat bahwa hari itu adalah hari yang sangat mencekam, awal dari teka-teki yang tak pernah bisa ditebak dengan akal manusia. dan akan lebih baik berlalu begitu saja. ketika tanggal satu itu sudah terlewatkan, tanggal dua pun datang, memiliki misterinya sendiri, akan terlewati dengan sendirinya, dan begitu pula hari-hari berikutnya.
buat saya sendiri, tanggal satu januari bukan sekedar awal untuk menjalani hari-hari setahun kedepannya, dengan 12 bulan yang masing-masing nya berisi rata-rata empat minggu, dan 7 hari untuk perminggunya dan 24 jam untuk perharinya.
(waww!)
tanggal satu januari adalah bagai kata pertama dari barisan-barisan kalimat dalam sebuah novel. kata itu lah yang akan dibaca ulang ketika kita mulai tidak paham dengan apa isi dari barisan-barisan kalimat dari novel itu.
bagaimana mungkin awal dari itu semua tidak perlu dimulai dengan sesuatu, saya lebih setuju menyebutnya semangat .semangat yang terungkap melalui apa pun, asal tidak tidur dan berdiam diri, mungkin terlihat remeh, namun saya pribadi merasa lebih semangat ketika ada yang mengucapkan "selamat tahun baru" kepada saya, dan oleh karena itu, saya selalu mengusahakan - entah itu via telepon, sms, email, postingan,dll - untuk mengucapkan "happy new year" kepada orang-orang disekeliling saya, dengan pesan tersirat bahwa saya akan butuh mereka untuk menjalani 365 hari kedepan. dan menurut saya, itulah seharusnya esensi dari perayaan-perayaan tahun baru, yaitu bersama-sama, saling memberi senyum, saling berlapang dada untuk memaafkan, saling memberi semangat untuk dapat saling bahu-membahu untuk menghadapi hari-hari kedepannya.
hohohohoho.

so..
happy new year to you!

duh, yang lagi searching (harusnya di post tanggal 26 juli 2008)

1 komentar
Hmm,,
lembar hari ini dimulai dengan kebangun gara2 bunyi alarm HP jam 5pagi, soalnya harus jualan kue buat nyari dana. gila...berat banget rasanya buka mata, tapi, akhirnya bisa bangun juga dan buru-buru mandi plus cabut kepangdam untuk memulai peran ganda saya sebagai wonder women..yang jualan kue dari pintu ke pintu..
hehehe,,

pas diangkot, saya berbicara dengan temen sejurusan saya seputar gimana kondisi temen saya itu setelah resmi melepaskan statusnya -yang lain- sebagai mahasiswa di universitas negri di jakarta yang katanya terbaik se-indonesia, hohoho. ternyata temen saya itu mengalami cukup dilemma selama menjalani perannya sebagai mahasiswa dengan dua status "pendidikan yang sedang diikuti" , yah..setelah panjang lebar, saya mencoba memposiskan diri saya kalau ada pada situasi temen saya itu, hasilnya..saya bingung, kalo jadi dia pengen dua-dua nya lah..

menuju alfa gerbang..
-prita: wak,!! (teriak dari tempat ayam kremes)
-dewa: oi prit, (sambil jalan ke ayam kremes)
-prita: baru pulang lu nyaii??, pesen makan sana...
-dewa: tadi udah makan burger aneh gw..
-retta: ya ampun, burger aneh doang, makan lah nyai..
-dewa: mas,ayam kremes 1 ya,,sambel nya bannyyyyaaaakk yaaa..
-retta: habis ini kita mau kerumah cantik..
-dewa: oh...
-prita: KITA, lu juga..
-dewa: apa?? ngapain??
-retta: ya body relaxing lah..,scrub, luluran...udah deh ikut aja..
-dewa: duhh,senen gw pasti udah gosong2an lagi
-prita: gk mau tau...
-dewa: ya udah deh..

habis di whitening scrub gk jelas....
ceritanya, ada sessi minum ginger tea gitu habis di scrub,
haha,
jadi, duduklah saya bertiga sama si nyaii berdua itu di satu meja bundar, sambil minum teh, masing2 baca majalah yang disediain panitia..(loh?), eh, saya dapet majalah edisi 2006 yang ada artikel tentang kenapa brad pitt bisa kepincut sama jolie padahal he had has his sweet aniston...
trus di akhir artikel itu ada semacam kuis yang intinya "lo jolie apa aniston?" . baca pertanyaannya, saya selalu bisa menebak mana jawaban yang akan bikin saya jadi "ya, kamu seperti aniston.." atau "wah, kamu berbakat jadi the next jolie.." dan, saya bingung: pengen ngabisin waktu luang dengan berjemur di tepi kolam renang atau keliling2 naik pesawat jet pribadi, pake celana kargo atau jeans item, dan lain2.

trus sekarang ceritanya lagi di sepan komputer nih, baru aja bales komen temen sma saya. jadi inget temen2 sma saya..mereka bilang kalau saya orangnya menyenangkan, ramah ke semua orang, cepet beradaptasi, gitulah..
contoh, saya suka dengerin cerita atau tepatnya curahan hati temen saya, awlanya saya melakukannya karena saya bener2 peduli dan mau bantu mereka, apalagi hanya cuma dengan mendengar, dan ternyata mereka senang atas sikap saya yang selalu ada itu, yang berakibat saya selalu berusaha bersikap menyenangkan ke semua orang, walau emang pernah saya sesekali rada merasa terpaksa ngedengerin, tapi bukan terpaksa juga sih..
hehehe..


intinya,
kok saya ngerasa kok saya ini sedikit plin plan ya, gak bisa nentuin mau jadi cewek jutek atau cewek manis, gk bisa nentuin mau makan ayam apa ikan..

huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
*searching mode: on

Apalah arti sebuah nama???

2 komentar

Walaupun begitu tetep aja dulu waktu saya masih imut dan polos (secara sekarang jadi amit2 dan bernoda) sering merasa tidak puas dengan nama saya, bayangkan "deasy walda Christina sinaga" , ya ampuuunn. saya sering nanya mamak bapak saya:

”mak,pak arti nama ku apa?”

yah,mereka Cuma jawab:

”anak papa harus punya nama depan dengan huruf awal ‘d’ “

apa coba?mungkin mantan papaku namanya ‘drew’ atau ‘delacoure’ kali ya? mending dinamai itu aja, belum lagi kalau anda teriak aja ditempat dengan 10 atau 20 orang berkumpul:

“deasy!!!!! (bacanya desi)”

dan mari mulai berhitung...1,2...puji Tuhan...3,4,ada lagi?? Puji Tuhan..angkat tangan..jangan ragu…iyak,pasaran sekali bukan?

Saya sih dulu berharap nama saya itu “isabella” atau “conchita” (emang dulu udah famous ya?) atau paling nggak “putri” –nama yang menurutku punya charm defense (??)- tapi, apa daya apa nyanya,dari pada repot-repot potong babi untuk ganti nama. Setelah tidak puas dengan alasan papaku kenapa nama depanku “deasy” ternyata alasan kenapa nama tengahku “walda” juga tidak membuat saya bisa merasa seperti mendapat 100 sms gratis,karena setelah ditanya,jawaban papaku sangat singkat padat dan jelas seperti mbak-mbak spg jam tangan bermerk kalo ditanya berapa harga produknya, yaitu:

“pokoknya setau papa nama ‘walda’ itu Cuma satu-satunya di dunia ini”

jegerr! Jawaban yang mungkin jadi cikal-bakal kenapa aku suka nyari dan punya barang-barang yang cuma ada satu didunia, ya paling nggak jarang dipakai khalayak ramai lah (ada sih yang namanya 'walda' juga, tapi dikit) . Gk sampai disitu aja penderitaan, kalau ada perkenalan, saya lebih suka agar orang mengenal saya dengan nama ‘walda’ , secara desi dan christina itu pasaran sekali, tapi, reaksi orang berbeda-beda begitu mendengar nama itu, ada yang ngomel-ngomel karena nama itu mengandung semua huruf yang katanya berat, -mungkin maksudnya menyebut ‘rani atau ‘ita’ gak seberat menyebut ‘walda’. huruf ‘w’ sebagai awalnya aja harus diucapkan dengan menarik napas dalam-dalam agar tercipta ‘w’ yang bulat,gemuk dan berisi. jadi yang terucap benar-benar ‘walda’ bukan ‘hualda’ ‘ualda’ apalagi ‘alda’- atau ada yang mengulang nama saya sedetik setelah saya sebutkan, tapi gak ada yang bener, malah cenderung kurang ajar, masak…

”namaku walda”

1.”apa??garuda”(guru sd-saya)

2.”apa?walrus?”(temen sd)

3.”apa??waralaba??”(kakak kelas waktu smp)

Yah,,kira-kira begitu lah yang saya rasakan sampai saya memasuki sma, bertemu dengan makhluk-makhluk goib yang langka, termasuk saya. Sampai mereka dengan sedihnya menatap papan nama saya yang dibuat dengan bordiran jahitan sendiri yang mungkin itu ukurannya X-tra Large kalau dikalangannya, dan bertuliskan “DEASY WALDA” ,dan selalu jadi bahan gossip pelatih paduan suara saya, hahaha. selain itu, marga saya tidak tercantum seperti temen2 kebanyakan (kan saya langka) , jadi saya bilang ke mereka kalau saya berasal dari papua, dan mereka percaya-percaya aja!! Dasar,bahkan si ” S” yang setaun sejak percakapan asal-usul ini baru bertemu kembali, tetep juga yakin dan percaya kalau saya orang papua (duhh!). Dan sampai juga dimana makhluk-makhluk goib itu mulai merasa ada something nice appear from my name, gk kayak kebanyakan nama desi. dan sampai suatu waktu keluar kata-kata sakti dari mulut mereka para makhluk ajaib itu, kata-kata yang gak akan terlupa seumur idup:

“namamu kan deasy walda…des…walda…des..wal..de…wa…de…wa…dewa…dewa…deasy walda..dewa….beuh!! (tapi yang ini bacanya 'bah') luar biasa! kami panggil saja lah kau dewa!!"

Dannn….bunyi lontaran meriam, mercun berdiameter 2CM, terompet, flute, suara tarian, suara sepatu kuda dan tak lupa lantunan merdu paduan suara, semua berpadu dalam melodi indah menyambut kelahiran sang juru, eh, sang nama panggilan yang disetujui memenuhi standar internasional dan dapat membantu kelancaran interaksi ekosistem (dari pada garuda, walrus, dan waralaba jadi korban). Seminggu setelah kelahiran nama panggilan –yang memenuhi standar internasional- baru itu, saya jadi merenung…halah..ternyata arti sebuah nama itu gak sekedar “itu” tapi lebih ke bagaimana kita bertanggung jawab terhadap nama yang pasti sudah dicirikan secara khusus untuk masing-masing kita, bingung?? Sama..lama-lama saya mikir juga, kalau nama saya ‘putri’ atau ‘isabella’ kok sangat tidak mendukung karakter saya yang sangat kayak si ‘deasy walda’ itu..

Lalu bagaimana dengan kasus “great name comes great responsibility” contoh kayak kalau di suku batak itu nama “hisar” identik dengan kejayaan, jadi makhluk yang gak kuat menyandang kejayaan itu bakal kalah dengan namanya, sehingga jadi gampang sakit, susah rejeki..ya ampun..kapan-kapan kita bahas deh di koridor lain…pokoknya saya yakin masing-masing punya rencana indah dari Tuhan,bahkan nama saya aja bisa disingkat dan jadi makin unik, maka kita semua jangan ragu, pasti dapat yang terbaik..

mari-mari

1 komentar
yahh..setelah hampir 3 tahun ditinggalkan akhirnya..blog ini akan di usahakan aktif kembali memenuhi tuntutan penggemar,,kalau dulu waktu pertama di buat,saya masih kelas satu sma, cuma iseng dan ikut-ikutan aja bikin blog...sekarang bukan berarti lebih serus,,malah jadi takut apa yang ditulis itu gk guna dan bakal jadi lawakan semesta...tapi seperti yang kakak kelas saya bilang "kalau orang bicara sampai berkoak-koak,berapa orang sih yang serius ngedengerin?..tapi kalau orang menulis,mungkin gk seluruh indonesia bisa baca tulisan kita itu?"
pengalaman pribadi...jadi mari menulis!
semoga bisa bikin senyum dan insyaf....